Jumat, 27 April 2012

Verb 3: Klasifikasi Verba Bantu

Helping Verb (Verba Bantu) dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok, yaitu:


















·       Auxiliary Verb
·       Modal Verb

1.  Auxiliary Verb


Paling sedikit ada 3 verba yang termasuk ke dalam kelompok auxiliary verb, yaitu: be, have dan do.

1.a     Auxilary Verb “be”

Coba Anda perhatikan contoh-contoh kalimat berikut ini (verb “be” sebagai auxiliary verb):

1.   Mrs. Susi is teaching English. (Ibu Susi sedang mengajar bahasa Inggris.)
      continuous tense

2.   Small fish are eaten by big fish. (Ikan-ikan kecil dimakan oleh ikan-ikan besar.)
      passive voice

Coba Anda bandingkan dengan contoh kalimat berikut ini (verb “be” sebagai main verb):

Mrs. Susi is an English teacher. (Ibu Susi adalah guru bahasa Inggris.)


Perubahan Bentuk Auxilary Verb “be”

·       Present Continuous Tense:
       I: am
       HE/She/It : is
       We/You/They: are

·       Past Continuous Tense:
 I/HE/She/It : was
 We/You/They: were

·       Future Continuous Tense:
       I/We: shall be (British) atau will be (American)
       HE/She/It/You/They: will be

1.b     Auxilary Verb “have”

Coba Anda perhatikan contoh-contoh kalimat Auxiliary Verbs (verb “have” sebagai auxiliary verb):

1.   I have already finished my work. (Saya telah menyelesaikan pekerjaan saya.)
       → perfect tense

2.   I have not finished my work yet. (Saya belum menyelesaikan pekerjaan saya.)
      → perfect tense

Coba Anda bandingkan dengan contoh-contoh kalimat berikut ini (verb “have” sebagai main verb):

1. Ali has a new motorcycle. (Ali mempunyai sepeda motor baru.)

2. Ali does not have any new motorcycle. (Ali tidak mempunyai sepeda motor baru.)

Perubahan Bentuk Auxilary Verb “have”

·       Present Perfect Tense:   
       I/We/You/They: have
       HE/She/It :has

·       Past Perfect Tense:
       I/We/You/They/He/She/It :had

·       Future Perfect Tense:
       I/We: shall have (British) atau will have (American)
       HE/She/It/You/They: will have

1.c     Auxilary Verb “do”

Coba Anda perhatikan contoh-contoh kalimat berikut ini (verb “do” sebagai auxiliary verb):

1.   I like mathematics. (Saya suka matematika.)
      I do not like mathematics. (Saya tidak suka matematika.)→ negatif

2.   I want some coffee. (Saya minta kopi.)
      Do you want some coffee? (Aapakah kamu minta kopi?) → pertanyaan

3.   I want you pass your exam. (Saya ingin agar kamu lulus ujian.)
      I do want you pass your exam. (Saya benar-benar ingin agar kamu lulus ujian.) → penekanan

4.  She speaks fast. (Dia berbicara cepat.)
     You speak faster than she does. (Kamu berbicara lebih cepat daripada dia.) → mewakili verba
     sebelumnya (speak)

Coba Anda bandingkan dengan contoh-contoh kalimat berikut ini (verb “do” sebagai main verb):

1.   He did his job very well. (Dia mengerjakan tugasnya dengan sangat baik.)

2.   She didn’t do her homework at home. (Dia tidak mengerjakan PR-nya di rumah.)

Perubahan Bentuk Auxilary Verb “do”

·       Present Simple Tense:
       I/We/You/They: do
       HE/She/It :does

·       Past Simple Tense:
       I/HE/She/It/We/You/They: did

·       Future Simple Tense:
       I/We: shall do (British) atau will do (American)
       HE/She/It/You/They: will do




2.  Modal Verb

Paling sedikit ada 10 verba yang termasuk ke dalam kelompok Modal Verbs, yaitu: can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to.

Semua verba modal tersebut mempunyai fungsi yang sama, yaitu menambahkan makna kemungkinan, kemampuan  dan sebagainya pada verba yang dibantunya (yang diletakkan di belakanya).

Misalnya:

1.   John speaks German. (John berbicara bahasa Jerman.)
      John can speak German. (John dapat berbicara bahasa Jerman.)

2.   James arrives late. (James datang terlambat.)
      James may arrive late. (James bisa datang terlambat.)

3.   You see a doctor. (Kamu pergi ke dokter.)
      You should see a doctor. (Sebaiknya kamu pergi ke dokter.)

4.   I go now. (Saya pergi sekarang.)
      I must go now. (Saya harus pergi sekarang.)


Cara mudah untuk membedakan apakah sebuah verba termasuk modal verb atau main verb adalah dengan melakukan 2 hal sebagai berikut untuk mengujinya, yaitu:

1.   Ubahlah verba tersebut dari bentuk infinitif  menjadi bentuk negatif, misalnya:
      a.   Modal verb must, misalnya, “bisa” diubah menjadi must not atau mustn’t.
      b.   Main verb speak, misalnya,  “tidak bisa” diubah menjadi speak not atau speakn’t.

2.   Ubahlah kalimat yang mengandung verba tersebut dari pernyataan menjadi pertanyaan, misalnya:
      a.   Modal verb:
            He will go to Bali next week, (pernyataan)
            When will he go to Bali? (pertanyaan)
      b.   Main verb:
            She made me a cup of coffee. (pernyataan)
            What did she make you? (pertanyaan)



Semi-Modal Verb

Selain kedua kelompok Helping Verbs di atas, paling sedikit ada 5 verba lain termasuk ke dalam klasisikasi Semi Modal Verb. Disebut demikian karena verba tersebut berfungsi sebagai modal verb tetapi kelihatannya seperti main verb. Bila diubah menjadi bentuk verba negatif, verba tersebut tidak memerlukan verba bantu lain di depannya.

Ada 5 verba yang termasuk ke dalam kelompok ini, yaitu: have to, want to, need to, dare to dan used to.

Misalnya:

1.   I have to study hard. I don’t have to study hard. (bukan: have not to atau haven’t to)

2.   They wanted to learn German. They didn’t want to learn German. (bukan: wanted not to)

3.   She needs to try it before buying. She doesn’t need to try it before buying. (bukan: needs not to)

4.   He dared to take a risk. He didn’t dare to take a risk. (bukan: dared not to)

5.   I used to take a bus. I didn’t use to take a bus. (bukan: used not to)

_____________________
Kalau ada pertanyaan, saran atau pendapat, silakan tulis di kolom Komentar di bawah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar